الجيل الرباني يحب الله ورسوله وإخوانهم المسلمين يحارب البدع والخرفات يكونون أعداء الصهيوني والكفار والذين في محادة الإسلام والمسلمين حافظون القرآن عاملون مقتضياته وسنة نبيه صلى الله حتي يكونوا وارثين جنته " الفردوس" مع الأبرار من الأنبياء والصديقين والشهداء والصالحين
Generasi rabbany cinta Allah swt, cinta Rasulullah saw, Alqur'an dan saudaranya kaum muslimin
Materi akhlaq merupakan salah satu materi yang diharapkan membentuk dan menetapkan karakter baik siswa didik. Pada termin 1 level 6 ditanamkan materi sabar. sabar merupakan cahaya dari Allah swt, bekal semua manusia untuk menjalankan liku-liku kehidupan. sabar mendatangkan beberapa hikmah, diantaranya; a. ciri seorang mukmin dan mukminah b. menghapus dosa-dosa kecil c. mendapat lindungan dan ma'iyyatullah / kebersamaan Allah swt sabar artinya lapang dada dan tabah menghadapi masalah. sabar mengandung makna yang luas, diantaranya ; 1. sabar di dalam melaksanakan perintah Allah swt, seperti sholat lima waktu, belajar dsb 2. sabar di dalam menghindari maksiat kepada Allah swt, seperti; membentak kedua orang tua, membicarakan orang lain dll. 3. sabar di dalam menghadapi ujian dan cobaan. 4. sabar di dalam menghadapi ejekan atau gangguan dari orang lain. Adapun tips untuk menumbuhkan sifat sabar, diantaranya; a. mengucapkan istirja' "innaa lillahi wa inna ilaihi roji'un" saat mendapat ujian atau cobaan b. mengucapkan istighfar c. mengambil hikmah dari musibah yang menimpanya d. meyakini semua yang terjadi di dalam kehidupan ini telah ditentukan dan ditetapkan oleh Allah swt dan semuanya atas kehendak-Nya. Wallahu a'laam bishowab
Ummat Islam adalah ummatan wasatho, ummat yang diberikan legitimasi sebagai khoiru ummah. namun ada rongrongan yang selalu menghantui mereka baik dari dalam tubuh ummat Islam sendiri seperti mereka yang mengatas namakan muslim tetapi tidak loyal tehadap saudaranya bahkan loyal terhadap musuh-musuh Allah swt dikarenakan iming-iming kesenangan dunia yang membayanginya untuk berjuang di dalam barisan ummat Islam. Begitu juga adanya gangguan dari musuh-musuh Allah yang mencoba untuk mengusik keimanan mereka baik dengan cara larangan melaksanakan ajaran agamanya seperti larangan pakai jilbab atau larangan berpolitik atau dengan jalan adu domba. Maka jalan untuk mengembalikan keadaan kaum muslimin yang saat ini mempunyai sikap mender, apatis, fanatik, yang seharusnya memberikan solusi keberagamaannya antara lain sebagai berikut: 1. Kaum muslimin mukminin adalah khoiru ummah. keyakinan akan derajat kaum muslimin di atas musuh-musuh Allah swt adalah kunci yang sangat tepat untuk membangkitkan rasa percaya diri bahwa kaum muslimin dimuliakan oleh Dzat yang Mulia 2. Ingatlah sunnah mudawalah ( aturan Allah swt berputar ) sunnatullah yang hendaknya diyakini oleh setiap individu mukminin dan mukminat, ketika musuh-musuh Allah swt saat ini mereka menguasai dunia dengan berbagai makar dan idielogi mereka, maka yakinlah satu saat kaum muslimin akan menguasai dunia ini. ingatlah kejayaan kaum muslimin pada masa Rasulullah Muhammad saw, musuh-musuh Allah berada dibawah kendali kekuatan kaum muslimin setelah Allah swt memberikan pertolongan kaum muslimin. 3. Husnu dhon kepada Allah swt Obat hati ini yang akan menumbuhkan sifat optimis dan memotivasi kaum muslimin, Rasulullah saw di dalam hadits qudsinya bersabda : " aku (Allah ) swt berada di dalam prasangka hambaku, dan aku bersamanya ketika ia mengingatku. 4. percaya diri sendiri ( tsiqoh binnafsi ) jangan membanggakan kejayaan dan kemenagan musuh-musuh Allah swt, kemengangan mereka hanyalah fitnah terbesar bagi mereka di dalam kehidupan ini, karena tidak menambahkan mereka (musuh-musuh Allah swt) melainkan jauh dari hidayah-Nya 5. siapkan generasi yang kuat generasi yang mampu dan unggul tentunya generasi yang meminum sumber kekuatan dari Alquran dan As-sunnah. bukankah musuh-musuh Allah swt takut dan gelisah selama Alquran berada di tangan ummat Islam?! wallahu a'lam bishowab
Kecanggihan tekhnologi dan perkembangan peradaban manusia saat ini sangat menakjubkan, sains serta pendalaman ilmu mendesak setiap individu masyarakat baik yang siap atau tidak untuk selalu berpacu dengan perkembangan zaman. Sungguh ironis... di saat kondisi manusia berpacu dengan tekhnologi modern, manusia melupakan sisi-sisi kelemahannya sebagai makhluq yang lemah, tidak berdaya saat datangnya ujian dan cobaan.Manusia melupakan hal-hal yang sangat urgen yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh negatif moderenisasi. lihatlah, dengarlah, cermatilah dan merenunglah!!! Apakah yang menyebabkan manusia diperbudak hawa nafsu syahwat? Mengapa manusia tidak merasa cukup dengan kondisi yang ada? Mengapa manusia masih berkeluh kesah di saat canggihnya tekhnologi saat ini? karakter manusia yang keluh-kesah, kikir tidak akan menghantui jiwanya jika kembali kepada aturan dan pedoman ilahi!? solusi bagi kehidupan manusia baik saat ini dan masa yang akan datang adalah sebagai berikut: 1. sholat sholat merupakan sarana mengadu, media untuk menampakkan dan mengutarakan segala kelemahan dirinya, memohon terhadap Dzat yang mengetahui persoalan hidupnya. 2. shodaqoh shodaqoh adalah sarana untuk membangun jiwa menjadi tenang dan tentram dengan peduli terhadap sesama, saling menolong dan membantu guna terwujdnya keharmonisan di lingkungan masyarakat, sebagai bukti hubungan horizontal yang harmonis. 3. beriman dengan adanya hari akhir keimanan dengan hari kebangkitan akan menumbuhkan jiwa pejuang dan pesaing di dalam meraih berbagai prestasi terbaik. Mengapa demikian??? orang yang meyakini semua aktifitasnya akan mendapatkan nilai baik atau buruk sudah pasti tidak akan menyia-nyiakan pribadinya untuk tidak berlomba menggapai yang terbaik. 4. rasa cemas takut bagaikan pecut yang akan menggiring setiap individu untuk berilmu dan beramal. takut adalah landasan ibadah, tanpa didasari rasa takut mana mungkin ibadahnya akan sungguh-sungguh, acuh tak acuh. Orang yang terhindar dari keluh kesah merekalah yang merasa cemas akan adzab Allah swt seingga tumbuh di dalam jiwanya harapan menggapai ridho Allah swt.
Kelas 6 alkhowarizmi adalah salah satu kelas di level 6. Siswa-siswi yang banyak memberikan aspirasi, pengalaman dan banyak hal sehingga setiap dari asatidzah (panggilan guru) yang masuk ke dalamnya dan terlibat secara langsung baik di dalam mengajar, mendampingi akan memperoleh banyak pengalaman untuk selalu memotivasi diri dan mencari berbagi cara atau metode yang tepat dan menyenangkan baik secara individu maupun seluruh siswa-siswi. Anak-anakku... di manapun kalian berada!? sungguh karunia yang luar biasa yang telah kalian tampilkan di hadapan asatidzah sehingga memberikan kepada mereka aspirasi untuk selalu berusaha menjadikan kualitas pendidik lebih baik.
Empat abad yang silam, di tengah abad yang kelam,kejahiliahan yang mencekam turunlah sinar yang benderang menerangi jazirah arab menggoncangkan kerajaan rumawy, balkon-balkon berjatuhan, gereja di sekitar bahira luluh lantah, api majusi lenyap tak bersinar??? Ramatan lil'alamin itulah gelar yang diberikan Tuhan semesta alam, al-amin julukan yang disematkan para tokoh kafir, manusia yang paling berpengaruh sepanjang abad para orientalis sebutkan, siapakah dia??? Muhammad bin Abdullah bin Abdul mutholib keturunan terhormat dari nabi yang mulia Ismail as bin Ibrahim bapak ketauhidan yang pertama kali merubah wajah dunia dari perbudakan materi memasuki gerbang kehidupan yang hakiki, kehidupan yang bermakna, kehidupan yang membawa kepada kebahagiaan abadi dan kekal. Rasulullah " Muhammad saw " adalah kekasih Allah pertama kali menyerukan dakwahnya setelah beberapa lama tahanuts di gua Hira menanti cahaya yang akan menyelamatkan manusia dari kesesatan menyembah berhala, mempertuhankan hawa nafsu ke alam yang disinari cahaya hidayah, cahaya kalamullah Alquran sebagai pedoman hidup manusia menjalankan kehidupan ini. Rasulullah saw adalah kekasih Alloh swt yang sangat menyayangi umatnya, mengajak ummat manusia menuju kapada kebahagiaan yang diyakini manusia dengan bashiroh/mata hati yang bersumber dari iman yang benar Beberapa saat setelah turunnya wahyu yang ke dua ( almudatsir ), perintah dakwah rasulullah saw bersegera melaksanakan perintah itu dengan memanjat ke atas bukit shofa seraya berkat: " wahai manusia, aku adalah pembawa peringatan tentang adzab yang sangat pedih " dari dakwah tersebut, dua kelompok manusia yang muncul. 1. qod aflaha man aslama ( bahagialah orang yang tunduk mengikuti ajaran Allah ) golongan ini adalah mereka yang mendapatkan hidayah Allah swt,Khodijah binti khuwailid, Ali bin abi tholib, Abu bakar As-shidiq dan sahabat lainya / assaabiqunal awwaluun. 2. qod hooba mandassaaha ( merugilah manusia yang menyembunyikan dan menginjak kebenaran) karakter manusia yang kedua ini, manusia yang telah ditundukkan hawa nafsu ammaratun bissu'i golongan terdepan dari kelompok ini adalah Abu lahab yang secara langsung menolak dakwah yang mulia ini. bahagialah dan akan bahagia selamanya mereka yang berada di barisan atau kelompok pertama, kelompok yang membersihkan dan dibersihkan jiwanya dari kemusyrikan " qod aflah manjakkaaha " Ya rasulallah... sungguh tak tertuliskan jasamu bagi alam semesta, manusia pada khususnya sehingga banyak yang telah meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat" bahagilah mereka yang menjalankan syariatmu, membela agamamu, mempertaruhkan hidup dan kehidupan mereka untuk mendapatkan kecintaanmu, meraih kedekatan dengan kekasihmu Allah rabbul alamin. ya Allah limpahkanlah syafaat rasul-Mu yang selalu dinanti oleh hamba-hamba-Mu yang fakir dan tak berdaya untuk menghadapi hisaban di hari yang sangat berat, hari yang sangat sulit, lindungilah kami dari adzab-Mu, sampaikan shalawat dan salam kepada kekasih-Mu, berikanlah wasilah yang telah Engkau janjikan untuknya! amin
“Jiwa yang sehat terdapat di dalam jiwa pada jasmani yang sehat” merupakan salahsatu teori materialisme yang kebanyakan manusia mengenalnya bahkan semenjak mereka duduk di bangku SD ( sekolah dasar). Teori di atas hanya bertumpu pada hal-hal yang sifatnya materi, nampak dan sebatas hal-hal yang masuk ke dalam akal semata, perkara dhohir yang memungkinkan semua orang mampu menalarnya dengan tidak memperdulikan akurat atau tidak sesuai dengan realita. Teori materialisme adalah teori yang menanamkan kepada umat manusia pemahaman yang dangkal dan menjauhkan manusia dari sentuhan wahyu ilahi. Bisa dilihat dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, mungkinkah orang yang hanya memiliki jasad yang sehat dan kuat secara dhohir dikatakan orang yang mempunyai jasad yang sehat? Amatilah kondisi masyarakat kita saat ini! Menjamurnya kejahatan sosial mulai dari pencuri hewan ternak, penodong, pencopet dan para koruptor mereka adalah sehat jasmani!? Mungkinkah teori “ mensana enkorpore sano” bisa dibuktikan?! Islam adalah agama samawi yang dibawa para nabi dan mursalin ( utusan ) yang menguasai dan menggenggam jiwa manusia, Dzat yang Maha Tahu menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya “ Muhammad saw” satu bingkai yang jelas dan aktual mengilhami bagaimanakah seseorang dikatakan sehat jasmani dan rohani!? Rasulullah saw bersabda : “ ingatlah bahwa di dalam jasad itu terdapat segumpal daging, jika baik baiklah seluruh jasad dan jika rusak rusaklah seluruh jasad, itulah hati” ( HR. Bukhori Muslim) Hati diibaratkan seorang komandan pleton yang membawahi pasukan yang selalu menunggu dan melakukan hal-hal yang diintruksikan untuk dilakukan. Maka hati itu selamat dari pengaruh luar dan virus-virus yang mengganggu, pastinya akan bekerja dengan baik. Maka hal positif akan lahir dari pribadi yang memiliki hati yang sehat karenanya akan banyak mendatangkan hal-hal yang menguntungkan baik bagi individu maupun orang lain. Untuk menjadikan hati sehat, sesuai dengan yang dimaksud dalam hadits di atas maka perlu kita bercermin. Sehatkah hati kita dari virus-virus hati atau mengandung racun yang akan membawa bencana jika tidak segera diobati? Maka para ulama ma’rifat menganalisa ciri-ciri hati yang sehat melalui interaksinya dengan hal-hal yang mampu teridenfikasi secara benar, hati terbagi menjadi dua golongan:
1. hati yang sehat (shohih) adalah hati yang selamat dari dorongan syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah swt, selamat dari syubhat yang menentangnya, selamat dari ketundukkan terhadap selain Allah, selamat dari tahkim ( mengambil) hukum dari selain rasulullah. Jernih peribadatan hanya Allah semata, kehendak, kecintaan, tawakkal, harap, dan cemas hanya kepada Allah swt. Hati yang selamat memberi dan menolak karena-Nya bahkan tidak cukup sebatas itu, hati yang sehat tidak mau tunduk dan bertahkim kepada selain Allah dan rasul-Nya ( Al hujurat ; 1) 2. hati yang sakit (mayyit) hati yang merasa, hidup namun ada penyakit yang menarik ulur terkadang kepada kebaikan dan keburukan. Hati yang sakit ada kecintaan kepada Allah, keimanan, keikhlasan, tawakkal yang menyebabkan ada rasa, namun mencintai syahwat, mengedepankan kehendak syahwat, ada iri takabur dan angkuh yang menyebabkannya binasa Tanda-tanda hati yang hidup : a. selalu mengingatkan manusia untuk inabah kembali kepada Dzat yang menguasainya b.perasaan rugi jika terlewatkan dzikir takarub kepada-Nya c. ingin selalu melaksanakan taat kepada-Nya d. selalu memperhatikan waktu, merasa khawatir jika waktunya berlalu tanpa menghasilkan hal-hal positif e. tidak mementingkan perkara dunia f. hal-hal yang berurusan dengan dunia hilang seketika ketika menghadap Allah swt di dalam sholatnya g. tidak terputus dan bosan dari mengingat penciptanya. والله أعلم بالصواب
Anak adalah titipan Illahi. Ia merupakan sebuah amanat Allah yang diberikan kepada setiap orang tua. Oleh karena itu, sudah semestinya setiap orang tua benar-benar memperhatikan tentang pendidikan dan pembinaan bagi anak-anaknya. Orang tua hendaknya melindungi anak dari hal-hal yang dapat menjatuhkan anak dan dirinya sendiri dari hal-hal yang dapat mengundang kemurkaan Allah.
Wahai Ibu, ketahuilah bahwa dosa yang paling besar dan tidak akan Allah ampuni adalah dosa kesyirikan. Sehingga sebagai seorang pendidik, kita harus memprioritaskan pembinaan tauhid pada anak-anak kita daripada yang lain. Tapi bukan berarti pendidikan yang lainnya lalu kita abaikan.
Orang tua berkewajiban mentarbiyah anak-anaknya sejak usia dini untuk mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan. Sejak kecil hendaknya orang tua melindungi anak dari perbuatan-perbuatan kesyirikan. Misalnya adalah penggunaan jimat. Jimat, biasa digunakan untuk melindungi si pemilik jimat dari mara bahaya. Dalam masyarakat kita, masih sangat banyak para orang tua yang menggunakan jimat untuk melindungi anaknya dari kesialan, bahaya, serangan penyakit, dan lain-lain. Kita berlindung kepada Allah dari segala perbuatan yang mengantarkan kepada kesyirikan.
Jimat atau tamimah pada masa jahiliyah adalah sesuatu yang dikalungkan pada anak kecil atau binatang dengan maksud untuk menolak ‘ain. Namun hakikat jimat tidak terbatas pada bentuk dan kasus tertentu akan tetapi mencakup semua benda dari bahan apapun dan bagaimanapun cara pakainya. Ada yang terbuat dari bahan kain, benang, kerang maupun tulang baik dipakai dengan cara dikalungkan, digantungkan, dan sebagainya. Tempatnya pun bervariasi, baik di mobil, rumah, leher, kaki, dan sebagainya.
Contohnya seperti kalung, batu akik, cincin, sabuk (ikat pinggang), rajah (tulisan arab yang ditulis perhuruf dan kadang ditulis terbalik), selendang, keris, atau benda-benda yang digantungkan pada tempat-tempat tertentu, seperti di atas pintu kendaraan, di pintu depan rumah, diletakkan pada ikat pinggang atau sebagi ikat pinggang, sebagai susuk, atau ditulis di kertas, dibakar lalu diminum, dan lain-lain dengan maksud untuk menolak bahaya.
Hukum Jimat
Secara wujudnya, jimat terbagi menjadi dua macam:
Pertama, jimat yang tidak bersumber dari Al-Qur’an. Jimat jenis inilah yang dilarang oleh syariat Islam. Jika seseorang percaya bahwa jimat itu dapat berpengaruh tanpa kehendak Allah maka ia terjerumus dalam perbuatan syirik besar karena hatinya telah bersandar kepada selain Allah. Adapun jika seseorang meyakini bahwa jimat itu hanya sebagai sebab dan tidak memiliki kekuatan sendiri maka ia terjatuh dalam perbuatan syirik kecil.
Kedua, jimat yang bersumber dari Al-Qur’an. Dalam hal ini ulama berbeda pendapat, ada sebagian yang membolehkan dan ada yang melarangnya. Adapun pendapat yang paling kuat dalam hal ini adalah terlarang, meskipun hukumnya tidak syirik karena menggunakan Al-Qur’an disini berarti bersandar pada kalamullah bukan bersandar kepada makhluk. Mengapa dilarang? Karena keumuman dalil tentang keharaman jimat, tidak peduli jimat tersebut berupa Al-Qur’an ataupun bukan. Dengan membolehkan jimat yang berasal dari ayat Al-Qur’an, kita telah membuka peluang menyebarnya jimat yang bukan berasal dari Al-Qur’an yang jelas-jelas haram.
Maka, sarana yang dapat mengantar kepada perbuatan haram mempunyai hukum yang sama dengan perbuatan haram itu sendiri. Selain itu, pemakaian jimat dari Al-Qur’an juga mengandung unsur penghinaan terhadap Al-Qur’an, yaitu ketika dibawa tidur, buang hajat, atau sedang berkeringat dan semacamnya. Hal seperti ini tentu bertentangan dengan kesucian Al-Qur’an. Selain itu juga, jimat ini dapat pula dimanfaatkan oleh para pembuatnya untuk menyebarkan kemusyrikan dengan alasan jimat yang dibuatnya dari Al-Qur’an.
Terdapat banyak dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang memberitakan tentang pengharaman jimat. Beberapa dalil tersebut antara lain:
Allah berfirman, yang artinya, “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?”. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Az-Zumar: 38)
Dari ayat di atas dapat kita renungkan bahwa berhala-berhala sesembahan orang musyrik tersebut tidak mampu memberikan manfaat atau menolak madharat bagi penyembahnya karena memang berhala bukan merupakan sebab untuk mencapai maksud penyembahnya. Begitu pula dengan para pengguna jimat yang telah mengambil sebab yang bukan merupakan sebab.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.” (HR. Ahmad, Hakim, dari Sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat seseorang yang memakai gelang kuningan di tangannya, maka beliau bertanya, “Apa ini?”
Orang itu menjawab, “Penangkal sakit.”
Nabipun bersabda, “Lepaskanlah, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Ahmad)
Wahai ibu, sebagai seorang muslim kita seharusnya meyakini dengan sepenuh hati bahwa manfaat dan mudharat itu ada di tangan Allah sehingga kita tidak boleh menggantungkan hati kepada selain Allah. Kita wajib bertawakkal hanya kepada Allah saja. Allah berfirman yang artinya,
“Dan hanya kepada Allah saja hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal.” (Qs. Ibrahim: 11)
Ketahuilah, sesungguhnya jimat tidak dapat menolak dan menghilangkan apa yang telah Allah takdirkan. Hal inilah yang harus kita tanamkan pada diri anak-anak kita. Dengan menghindar dari kesyirikan ketika mentarbiyah anak, semoga menjadikan kita sebagai pendidik mulia yang dapat melahirkan generasi yang terlindungi dari kegelapan syirik. Waallahu a’lam.
Diringkas dari:
Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Jimat, Gaya Hidup Modern (Abu Abdirrahman), Buletin Dakwah At-Tauhid edisi no.34/ Thn 1