لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ۬ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأَخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرً۬ا
Sesungguhnya telah ada pada [diri] Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu [yaitu] bagi orang yang mengharap [rahmat] Allah dan [kedatangan] hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahzab ;21)
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ۬
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (Al-Qolam:4)
Kewajiban seorang muslim terhadap rasulullah saw di antaranya;
1. Mentaati dan mengikuti jejak langkahnya
مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدۡ أَطَاعَ ٱللَّهَۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرۡسَلۡنَـٰكَ عَلَيۡهِمۡ حَفِيظً۬ا
Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah (An-nisa ; 80)
2. Mengedepankan kecintaan kepada rasulullah setelah kecintaan kepada Allah melebihi kecintaan kepada diri sendiri keluarga atau yang lainnya
قُلۡ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُڪُمۡ وَإِخۡوَٲنُكُمۡ وَأَزۡوَٲجُكُمۡ وَعَشِيرَتُكُمۡ وَأَمۡوَٲلٌ ٱقۡتَرَفۡتُمُوهَا وَتِجَـٰرَةٌ۬ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَآ أَحَبَّ إِلَيۡڪُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ۬ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِىَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۗ وَٱللَّهُ لَا يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَـٰسِقِينَ
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan [dari] berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik (Attaubah ; 24)
Di dalam hadits rawayat Imam Muslim dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda : " Tidaklah seorang hamba beriman sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada keluarganya, hartanya dan seluruh manusia."
3. Mencintai orang yang dicintai rasulullah saw dan memusuhi orang yang dibencinya
مُّحَمَّدٌ۬ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُ ۥۤ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَہُمۡۖ تَرَٮٰهُمۡ رُكَّعً۬ا سُجَّدً۬ا يَبۡتَغُونَ فَضۡلاً۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنً۬اۖ سِيمَاهُمۡ فِى وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ ذَٲلِكَ مَثَلُهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِى ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُ ۥ فَـَٔازَرَهُ ۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِہِمُ ٱلۡكُفَّارَۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِنۡہُم مَّغۡفِرَةً۬ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud [1]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir [dengan kekuatan orang-orang mu’min]. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Alfath 4. Mengagungkan dan membaca sholawat ketika disebutkan namanya
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓٮِٕڪَتَهُ ۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّۚ يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat [1] untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Al Ahzab : 56)
5. Membenarkan setiap perkataan dan berita baik yang berhubungan dengan urusan dunia maupun akhirat.
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰٓ (٣) إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡىٌ۬ يُوحَىٰ (٤) عَلَّمَهُ ۥ شَدِيدُ ٱلۡقُوَىٰ
Kawanmu [Muhammad] tidak sesat dan tidak pula keliru, (2) dan tiadalah yang diucapkannya itu [Al Qur’an] menurut kemauan hawa nafsunya. (3) Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan [kepadanya], (4) yang diajarkan kepadanya oleh [Jibril] yang sangat kuat (An-najmu ; 3-5)
6. Menghidupkan sunnahnya dan membela syariat Islam yang dibawanya serta mendakwahkanya. Di antara sunnah-sunnahnya adalah melaksanakan sholat lima waktu berjamaah, sholat sunnah rawatib, sholat tahajud, sholat dhuha, shaum senin kamis, menyebarkan salam, memberi makan kepada orang yang tidak mampu, berkata lembut dan lain sebagainya dari prilaku dan akhlaq mulia rasulullah saw yang lainnya.
7. Mencintai orang-orang sholeh dan bersikap wala atau empati kepada mereka dan membenci orang-orang fasik
الجيل الرباني يحب الله ورسوله وإخوانهم المسلمين يحارب البدع والخرفات يكونون أعداء الصهيوني والكفار والذين في محادة الإسلام والمسلمين حافظون القرآن عاملون مقتضياته وسنة نبيه صلى الله حتي يكونوا وارثين جنته " الفردوس" مع الأبرار من الأنبياء والصديقين والشهداء والصالحين Generasi rabbany cinta Allah swt, cinta Rasulullah saw, Alqur'an dan saudaranya kaum muslimin
Kamis, 17 Februari 2011
Selasa, 08 Februari 2011
Macam-macam manusia di dalam Al quran
Alquran menggolongkan manusia yang berlabuh di atas bahtera dunia dengan beberapa kelompok dan tingkatan di dalam menjalankan agama Allah swt. tingkatan manusia itu ditinjau dari kualitas pengamalan mereka terhadap syariat Allah swt.
1. Mukminun (orang yang beriman)
Allah swt berfirman : "Dan di antara mereka ada orang yang berdo’a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (Al Baqoroh : 201)
Di antara manusia ada yang beriman dan berseru di dalam doanya :"Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia kesehatan, rezeki amal sholeh dan yang lain untuk kebaikan di dunia dan berikanlah kami surga di akhirat dan hindarkanlah dari kami adzab neraka"
"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya" (Al Baqoroh : 207)
2. Muhibbuna liddunya (orang yang mencintai dunia) Allah swt berfirman : " Apabila kamu telah menyelesaikan ibadat hajimu, maka berzikirlah [dengan menyebut] Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut [membangga-banggakan] nenek moyangmu atau [bahkan] berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo’a: "Ya Tuhan kami, berilah kami [kebaikan] di dunia", dan tiadalah baginya bahagian [yang menyenangkan] di akhirat" (Al Baqoroh:200) dari ayat di atas menunjukan bahwa ada sebagian manusia angan-angannya hanya terbatas kesenangan dunia tidak memperdulikan negeri abadi dan kekal, kekal kenikmatannya dan kekal kesengsaraannya. ya Allah aku memohon ridho-Mu dan surga-MU dan aku berlindung dari murka-MU dan neraka-MU".
3. Orang yang lalai di dalam menjalankan ketaatan kepada Allah swt.
Allah swt berfirman : "Dan di antara manusia [ada] orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan [manusia] dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan"(Luqman :6)
4. Orang yang melalaikan ayat-ayat Allah swt.
Allah swt berfirman :"Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami" (Yunus : 92)
sebagian manusia tidak mengambil pelajaran dan peringatan dari peristiwa yang terjadi sehingga tetap berada jauh dari hidayah Allah swt.
5. Orang yang masuk Islam di atas kelemahan dan keraguan Allah swt berfirman :"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata"(Al Hajj: 11)
Gambaran sebagian manusia ada yang mengikat keimanan atau keislamanya dengan kesenangan dunia. andaikan kehidupannya berjalan mulus ,maka ia tekun beribadah. namun sebaliknya apabila ditimpa ujian berupa kesulitan hidup dia kembali seperti orang yang tidak mempunyai arahan dan tujuan hidup di dunia, kembali mengingkari Allah swt.
6. Orang yang murtad (kembali kepada ke kufuran)
Allah swt berfirman :"Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti [karena ia beriman] kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah [1]. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah besertamu." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?" (Al Ankabut :10)
7. Orang munafiq ( menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran)
Allah swt berfirman :"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian" , padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman"(Al Baqoroh:8)
8. Orang kafir
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu [1] mengetahui ketika mereka melihat siksa [pada hari kiamat], bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya [niscaya mereka menyesal](AlBaqoroh : 165)
9. Orang yang membangkan tidak mentauhidkan Allah swt
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk [kepentingan]mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang [keesaan] Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan" (Luqman :20)
10. orang yang mendustakan hari kebangkitan dan hisab
11. Orang yang bodoh dan rendah IQnya
Orang-orang yang kurang akalnya [1] di antara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka [umat Islam] dari kiblatnya [Baitul Maqdis] yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus(Albaqoroh : 142)
12. orang yang tersesat dari kebenaran
"Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Ibrahim:36)
evaluasilah keimanan kita! wallahu a'lam
1. Mukminun (orang yang beriman)
Allah swt berfirman : "Dan di antara mereka ada orang yang berdo’a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (Al Baqoroh : 201)
Di antara manusia ada yang beriman dan berseru di dalam doanya :"Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia kesehatan, rezeki amal sholeh dan yang lain untuk kebaikan di dunia dan berikanlah kami surga di akhirat dan hindarkanlah dari kami adzab neraka"
"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya" (Al Baqoroh : 207)
2. Muhibbuna liddunya (orang yang mencintai dunia) Allah swt berfirman : " Apabila kamu telah menyelesaikan ibadat hajimu, maka berzikirlah [dengan menyebut] Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut [membangga-banggakan] nenek moyangmu atau [bahkan] berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo’a: "Ya Tuhan kami, berilah kami [kebaikan] di dunia", dan tiadalah baginya bahagian [yang menyenangkan] di akhirat" (Al Baqoroh:200) dari ayat di atas menunjukan bahwa ada sebagian manusia angan-angannya hanya terbatas kesenangan dunia tidak memperdulikan negeri abadi dan kekal, kekal kenikmatannya dan kekal kesengsaraannya. ya Allah aku memohon ridho-Mu dan surga-MU dan aku berlindung dari murka-MU dan neraka-MU".
3. Orang yang lalai di dalam menjalankan ketaatan kepada Allah swt.
Allah swt berfirman : "Dan di antara manusia [ada] orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan [manusia] dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan"(Luqman :6)
4. Orang yang melalaikan ayat-ayat Allah swt.
Allah swt berfirman :"Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami" (Yunus : 92)
sebagian manusia tidak mengambil pelajaran dan peringatan dari peristiwa yang terjadi sehingga tetap berada jauh dari hidayah Allah swt.
5. Orang yang masuk Islam di atas kelemahan dan keraguan Allah swt berfirman :"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata"(Al Hajj: 11)
Gambaran sebagian manusia ada yang mengikat keimanan atau keislamanya dengan kesenangan dunia. andaikan kehidupannya berjalan mulus ,maka ia tekun beribadah. namun sebaliknya apabila ditimpa ujian berupa kesulitan hidup dia kembali seperti orang yang tidak mempunyai arahan dan tujuan hidup di dunia, kembali mengingkari Allah swt.
6. Orang yang murtad (kembali kepada ke kufuran)
Allah swt berfirman :"Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti [karena ia beriman] kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah [1]. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah besertamu." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?" (Al Ankabut :10)
7. Orang munafiq ( menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran)
Allah swt berfirman :"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian" , padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman"(Al Baqoroh:8)
8. Orang kafir
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu [1] mengetahui ketika mereka melihat siksa [pada hari kiamat], bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya [niscaya mereka menyesal](AlBaqoroh : 165)
9. Orang yang membangkan tidak mentauhidkan Allah swt
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk [kepentingan]mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang [keesaan] Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan" (Luqman :20)
10. orang yang mendustakan hari kebangkitan dan hisab
11. Orang yang bodoh dan rendah IQnya
Orang-orang yang kurang akalnya [1] di antara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka [umat Islam] dari kiblatnya [Baitul Maqdis] yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus(Albaqoroh : 142)
12. orang yang tersesat dari kebenaran
"Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Ibrahim:36)
evaluasilah keimanan kita! wallahu a'lam
Rabu, 12 Januari 2011
Muhasabah dan evaluasi
Ya Allah Engkaulah Dzat yang Maha penyayang dengan kasih sayang yang tidak terbatas. Engkau Maha pemurah dengan pemberian yang tak terhenti. ya Allah yang Maha pengampun atas segala dosa-dosa hamba-Mu, ampunilah dosa-dosa hamba-Mu yang hina ini walaupun tak henti-hentinya melakukan maksiat terhadap-Mu.
Wahai jiwa yang merindukan perjumpaan dengan Rabbmu!
Amalan apa yang menjadikanmu lalai dari mengingat dan bersyukur kepada-Mu?
wahai jiwa yang berlumur dosa dan nista, mengapa tidak bisa mengisi waktu-waktumu - sebagai modal untuk mendapat surga-Nya- untuk beramal dan bertaqarub kepada-Nya?
Wahai jiwa yang lemah!
ingatlah akan firman Allah swt!
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya" (Qs. Al Isro' : 36)
Jalan-jalan Allah swt yang dijelaskan di dalam Alquran dan As-sunnah merupakan jalan yang kamu ketahui, telusurilah dengan istiqomah hingga kamu berjumpa dengan-Nya.
Wahai jiwa yang merindukan perjumpaan dengan Rabbmu!
Amalan apa yang menjadikanmu lalai dari mengingat dan bersyukur kepada-Mu?
wahai jiwa yang berlumur dosa dan nista, mengapa tidak bisa mengisi waktu-waktumu - sebagai modal untuk mendapat surga-Nya- untuk beramal dan bertaqarub kepada-Nya?
Wahai jiwa yang lemah!
ingatlah akan firman Allah swt!
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya" (Qs. Al Isro' : 36)
Jalan-jalan Allah swt yang dijelaskan di dalam Alquran dan As-sunnah merupakan jalan yang kamu ketahui, telusurilah dengan istiqomah hingga kamu berjumpa dengan-Nya.
Senin, 02 Agustus 2010
52 Metode Mendidik
Segala puji hanya milik Allah swt yang telah menjadikan anak sebagai amanah. Sholawat dan salam atas nabi Muhammad saw yang dijadikan teladan dan sumber di dalam mendidik anak sehingga menjadi hamba-hamba yang diridhoi Allah swt, juga para sahabat dan tabiin dan para pengikutnya yang selalu istiqomah di dalam mengikuti sunnah-sunnah rasulullah saw.
Tulisan ini diterjemahkan dari “52 معلماً في تربية الأبناء للآباء والأمهات”
(52 cara mendidik anak bagi ke dua orang tua)
• Laqinhu. Artinya ajarilah anak untuk mengucapkan kalimat tauhid
(لا إله إلا الله ، محمد رسول الله) dan hendaknya pelajaran pertama adalah mengajarkan bahwa Allah swt mendengar, melihatnya yang tidak sekejap matapun segala perbuatan lepas dari pantauan-Nya
• Rosikh. Hunjamkan di dalam dadanya bahwa Allah swt Dzat yang memberi rezeki, menyemmbuhkan, menghidupkan dan mematikan.
• Hadzirhu. Hindarkanlah anak-anak dari kekufuran dan kemusyrikan, dan ajarilah bahwa Allah swt menciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya
• Arrifhu. kenalkanlah kepada anak-anak rukun iman (iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul, takdir dan hari akhir) dan rukun Islam (syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji)
• Habibhu. Jadikanlah anak-anak mencintai pribadi Rasulullah saw, ceritakanlah sosok atau sirah nabawiyyah dan akhlaqnya yang mulia, gemarkanlah untuk bersholawat kepada nabi Muhammad saw
• Igiris. Tanamkanlah di dalam jiwanya nilai-nilai agama yang agung dan akhlaq-akhlaq Islam yang utama serta didiklah dengan adab-adab Islam
• Arrifhu. Kenalkanlah halal dan haram sedikit demi sedikit
• ‘Awwid. Biasakanlah untuk pergi ke masjid dan memuliakannya serta melaksanakan sholat di masjid juga memelihara sholat tepat waktu
• Saa’idhu. Bantulah di dalam memilih teman yang sholeh dan jauhkanlah dari pergaulan yang tidak baik.
• Raggibhu. Berilah motivasi untuk gemar membaca Alquran, mempelajari dan mentadaburinya
• ‘Allimhu. Ajarilah wirid-wirid dari hadits nabi seperti membaca basmalah sebelum makan, menjawab adzan dan doa keluar masuk rumah.
• I’idil. Berlaku adil kepada anak-anak di dalam memberikan sesuatu
• Tafahham. Fahamilah bahwa anak-anak meniru orang tua, orang tua adalah media hidup dekat dengan mereka, maka jadilah teladan dan uswah yang baik
• Idfa’hu. Dorong dan motivasi anak-anak agar berlatih olah raga yang bermanfaat
• Habibhu. Buatlah anak-anak menyenangi sifat-sifat sidiq, amanah, berani dan menjaga diri dar sifat tercela dan akhlaq-akhlaq mulia lainya
• Hadzirhu. Jauhkan dan peringatkan dari karakter tercela seperti ; kikir, khinat, dholim, hasad dan berdusta serta sifat-sifat tercela lainya
• ‘Awidhu. Biasakanlah untuk bersuci semenjak kecil, ajarilah tatacara berwudhu, kebersihan badan dan pakaian
• Roggibhu. Motovasilah untuk mengenakkan jilbab dan menutup aurat semenjak kecil, rasa malu, sehingga terbiasa saat baligh (dewasa). Jangan diberikan kelonggaran untuk mengenakan baju pendek dan ketat
• Hadzirhu. Jauhkanlah dari (tasyabuh) terhadap musuh-musuh Allah seperti cara berpakaian, memotong rambut dan gaya hidup orang-orang kafir.
• Hadzir. Hindarkanlah dari berbagai betuk maisir (perjudian) dan cegahlah dari permainan yang diharamkan
• Ihtam. Perhatikanlah perkembangan tsaqofah (pengetahuannya) dengan menghadirkan buku-buku dan program-program komputer yang bermanfaat dan buku-buku cerita yang membentuk cara berpikirnya dan pola berpikir yang Islami
• ‘Awwid. Biasakanlah untuk memuliakan tamu dan tidak menyakiti tetangga serta mengajarkan hak-hak kedua orangtua dan hak-hak kaum muslimin
• ‘Awwidhu. Biasakanlah untuk berjalan dengan tenang dan penuh kewibawaan serta menjaga kebersihan jalan dengan tidak membuang sampah di jalan
• Igris. Tanamkan dan tumbuhkanlah kecintaan dan wala’ (loyal) kepada kaum muslimin walaupun jarak yang berjauhan atau perbedaan bahasa dan suku
• Roggibhu. Buatlah anak selalu senang dan termotivasi untuk mengucapkan salam dan beritahulah keistimewaan orang yang memulai salam
• Syarikhu. Ikutlah bersama anak-anak untuk bermain di waktu mereka bermain, rasa senang dan gembira, ciumlah, berikanlah rasa nyaman dan tenang
• Izra’. Tanamkanlah rasa percaya diri, jangan jadikan rasa takut menghambatnya untuk mengungkapkan kesalahannya
• Istahdim. Gunakanlah metode lemah lembut di dalam memberikan nasihat dan arahan
• Inshah. Nasihatilah anak-anak secara diam-diam jangan dihukum di depan umum
• Laa tu’awidhu. Jangan membiasakan memukulnya, karena tidak akan menjadi anak takut bahkan sebaliknya menjadi berani melawan
• Laa tafrith. Jangan berlebihan dan terlalu mudah menghukum, seimbanglah di dalam memberi hukuman dan sanjungan (reward)
• Ikhtar. Pilihlah hukuman yang layak, hindari berlebihan di dalam perkataan ketika memberi nasihat
• Ihtarim. hargailah cara berpikir, berpendapat anak-anak dan cara menyelesaikan masalah walaupun salah menurut pandangan orangtua
• Darrib. Latihlah untuk mempelajari keterampilan-keterampilan yang lain, seperti mengoprasikan komputer, browsing inter dan bahasa asing
• Istami’. Dengarlah pembicarannya jangan memutusnya karena yang demikian akan membantunya untuk pandai mendengar pendapat orang lain
• Laa tudhojir. Jangan menampakkan kekesalan atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan
• Darrrib. Latihlah untuk berbisnis atau jualan atau transaksi keungan, mintalah bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang mungkin dikerjakan sesuai usia
• Asyrikhu. Ikut sertakanlah di dalam kegiatan bersama seperti di sekolah, di masjid dan di lingkungan rumah
• ‘Awwid. Biasakanlah anak untuk meminta izin sebeluة masuk ruangan atau kamar orang tua
• Istakhdim. Gunakanlah metode pengulangan jangan cukup sekali atau dua kali, jangan putus asa di dalam memperbaikinya
• Tadaruj. Bertahaplah di dalam mendidik janganlah membebani dengan sesuatu yang belum mampu dilakukanya. Bukankan Rasulullah saw memerintahkan orang tua agar anak melaksanakan sholat pada usia 7 tahun dan memukul (peringatan ) karena meninggalkannya pada usia 10 tahun?
• Raghib wa rahhib. Didikalah dengan memberikan reward dan punishmen, sebagai contoh : barang siapa yang belajar dengan baik maka akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barangsiapa yang tidak sungguh-sungguh di dalam belajar maka akan menyesal di kemudian hari
• Anjiz wa’dak. Penuhilah janji terhadap anak-anak baik berupa hadiah dan penghargaan sekecil apapun bentuknya. Jangan sekali-kali untuk menunda janji yang sudah disepakati. Rasulullah saw pernah menegur seorang ibu yang memanggil anaknya ;”nak kemari, nanti ibu beri sesuatu…” rasulullah saw bertanya: “bu…apa yang akan anda berikan kepadanya?” tidak ada yang akan saya berikan sahut seorang ibu. Maka Rasulullah saw membaca ayat : “besarlah murka Allah bagi orang yang mengatakan sesuatu yang tidak dilakukakan”
• ‘Alij. Berilah solusi permasalah anak dengan tenang dan penuh kesabaran dan gunakanlah metode dialog atau musyawarah
• Nammi. Kembangkan dan tumbuhkanlah suka bekerja, menggapai cita-cita yang tinggi dan berusaha untuk meraihnya
• ‘Arrifhu. Kenalkanlah sejarah Islam yang agung dan hunjamkanlah di dalam dadanya kemenangan Islam hanya pertolongan Allah swt disertai kerja keras kaum muslimin
• Arrifhu. Kenalkan akhlaq barra’ (berlepas diri) dari orang kafir dan orang-orang yang telah menghalang-halangi dakwah Islam
• ‘Awwidhu. Biasakanlah sifat qona’ah (menerima yang ada) baik makanan, minuman atau kebutuhan lainya
• Istasyirhu. Ajaklah bermusyawah dan jangan segan-segan melakukan pendapatnya jika membawa kebaikan
• Ta’arraf. Kenalilah kemampuan dan bakatnya dan motivasilah untuk melakukan sesuatu yang disukainya (hal yang baik) jangan menyepelekannya
• Ista’in. minta tolonglah kepada Allah swt untuk melakukan langkah-langkah di dalam mendidik mereka.
• Aktsir. Perbanyaklah doa untuk kebaikan anak-anak, berdoalah seperti doanya nabi Ibrahim as “ ya Allah jadikan aku dan keturunanku termasuk orang yang mendirikan sholat. Dan jadikanlah kami dari para ahli waris surga na’im”
Semoga tulisan ini bermanfaat di dalam usaha memperbaiki generasi masa yang akan datang amin والله أعلم بالصواب
Tulisan ini diterjemahkan dari “52 معلماً في تربية الأبناء للآباء والأمهات”
(52 cara mendidik anak bagi ke dua orang tua)
• Laqinhu. Artinya ajarilah anak untuk mengucapkan kalimat tauhid
(لا إله إلا الله ، محمد رسول الله) dan hendaknya pelajaran pertama adalah mengajarkan bahwa Allah swt mendengar, melihatnya yang tidak sekejap matapun segala perbuatan lepas dari pantauan-Nya
• Rosikh. Hunjamkan di dalam dadanya bahwa Allah swt Dzat yang memberi rezeki, menyemmbuhkan, menghidupkan dan mematikan.
• Hadzirhu. Hindarkanlah anak-anak dari kekufuran dan kemusyrikan, dan ajarilah bahwa Allah swt menciptakan kita hanya untuk beribadah kepada-Nya
• Arrifhu. kenalkanlah kepada anak-anak rukun iman (iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul, takdir dan hari akhir) dan rukun Islam (syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji)
• Habibhu. Jadikanlah anak-anak mencintai pribadi Rasulullah saw, ceritakanlah sosok atau sirah nabawiyyah dan akhlaqnya yang mulia, gemarkanlah untuk bersholawat kepada nabi Muhammad saw
• Igiris. Tanamkanlah di dalam jiwanya nilai-nilai agama yang agung dan akhlaq-akhlaq Islam yang utama serta didiklah dengan adab-adab Islam
• Arrifhu. Kenalkanlah halal dan haram sedikit demi sedikit
• ‘Awwid. Biasakanlah untuk pergi ke masjid dan memuliakannya serta melaksanakan sholat di masjid juga memelihara sholat tepat waktu
• Saa’idhu. Bantulah di dalam memilih teman yang sholeh dan jauhkanlah dari pergaulan yang tidak baik.
• Raggibhu. Berilah motivasi untuk gemar membaca Alquran, mempelajari dan mentadaburinya
• ‘Allimhu. Ajarilah wirid-wirid dari hadits nabi seperti membaca basmalah sebelum makan, menjawab adzan dan doa keluar masuk rumah.
• I’idil. Berlaku adil kepada anak-anak di dalam memberikan sesuatu
• Tafahham. Fahamilah bahwa anak-anak meniru orang tua, orang tua adalah media hidup dekat dengan mereka, maka jadilah teladan dan uswah yang baik
• Idfa’hu. Dorong dan motivasi anak-anak agar berlatih olah raga yang bermanfaat
• Habibhu. Buatlah anak-anak menyenangi sifat-sifat sidiq, amanah, berani dan menjaga diri dar sifat tercela dan akhlaq-akhlaq mulia lainya
• Hadzirhu. Jauhkan dan peringatkan dari karakter tercela seperti ; kikir, khinat, dholim, hasad dan berdusta serta sifat-sifat tercela lainya
• ‘Awidhu. Biasakanlah untuk bersuci semenjak kecil, ajarilah tatacara berwudhu, kebersihan badan dan pakaian
• Roggibhu. Motovasilah untuk mengenakkan jilbab dan menutup aurat semenjak kecil, rasa malu, sehingga terbiasa saat baligh (dewasa). Jangan diberikan kelonggaran untuk mengenakan baju pendek dan ketat
• Hadzirhu. Jauhkanlah dari (tasyabuh) terhadap musuh-musuh Allah seperti cara berpakaian, memotong rambut dan gaya hidup orang-orang kafir.
• Hadzir. Hindarkanlah dari berbagai betuk maisir (perjudian) dan cegahlah dari permainan yang diharamkan
• Ihtam. Perhatikanlah perkembangan tsaqofah (pengetahuannya) dengan menghadirkan buku-buku dan program-program komputer yang bermanfaat dan buku-buku cerita yang membentuk cara berpikirnya dan pola berpikir yang Islami
• ‘Awwid. Biasakanlah untuk memuliakan tamu dan tidak menyakiti tetangga serta mengajarkan hak-hak kedua orangtua dan hak-hak kaum muslimin
• ‘Awwidhu. Biasakanlah untuk berjalan dengan tenang dan penuh kewibawaan serta menjaga kebersihan jalan dengan tidak membuang sampah di jalan
• Igris. Tanamkan dan tumbuhkanlah kecintaan dan wala’ (loyal) kepada kaum muslimin walaupun jarak yang berjauhan atau perbedaan bahasa dan suku
• Roggibhu. Buatlah anak selalu senang dan termotivasi untuk mengucapkan salam dan beritahulah keistimewaan orang yang memulai salam
• Syarikhu. Ikutlah bersama anak-anak untuk bermain di waktu mereka bermain, rasa senang dan gembira, ciumlah, berikanlah rasa nyaman dan tenang
• Izra’. Tanamkanlah rasa percaya diri, jangan jadikan rasa takut menghambatnya untuk mengungkapkan kesalahannya
• Istahdim. Gunakanlah metode lemah lembut di dalam memberikan nasihat dan arahan
• Inshah. Nasihatilah anak-anak secara diam-diam jangan dihukum di depan umum
• Laa tu’awidhu. Jangan membiasakan memukulnya, karena tidak akan menjadi anak takut bahkan sebaliknya menjadi berani melawan
• Laa tafrith. Jangan berlebihan dan terlalu mudah menghukum, seimbanglah di dalam memberi hukuman dan sanjungan (reward)
• Ikhtar. Pilihlah hukuman yang layak, hindari berlebihan di dalam perkataan ketika memberi nasihat
• Ihtarim. hargailah cara berpikir, berpendapat anak-anak dan cara menyelesaikan masalah walaupun salah menurut pandangan orangtua
• Darrib. Latihlah untuk mempelajari keterampilan-keterampilan yang lain, seperti mengoprasikan komputer, browsing inter dan bahasa asing
• Istami’. Dengarlah pembicarannya jangan memutusnya karena yang demikian akan membantunya untuk pandai mendengar pendapat orang lain
• Laa tudhojir. Jangan menampakkan kekesalan atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan
• Darrrib. Latihlah untuk berbisnis atau jualan atau transaksi keungan, mintalah bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang mungkin dikerjakan sesuai usia
• Asyrikhu. Ikut sertakanlah di dalam kegiatan bersama seperti di sekolah, di masjid dan di lingkungan rumah
• ‘Awwid. Biasakanlah anak untuk meminta izin sebeluة masuk ruangan atau kamar orang tua
• Istakhdim. Gunakanlah metode pengulangan jangan cukup sekali atau dua kali, jangan putus asa di dalam memperbaikinya
• Tadaruj. Bertahaplah di dalam mendidik janganlah membebani dengan sesuatu yang belum mampu dilakukanya. Bukankan Rasulullah saw memerintahkan orang tua agar anak melaksanakan sholat pada usia 7 tahun dan memukul (peringatan ) karena meninggalkannya pada usia 10 tahun?
• Raghib wa rahhib. Didikalah dengan memberikan reward dan punishmen, sebagai contoh : barang siapa yang belajar dengan baik maka akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barangsiapa yang tidak sungguh-sungguh di dalam belajar maka akan menyesal di kemudian hari
• Anjiz wa’dak. Penuhilah janji terhadap anak-anak baik berupa hadiah dan penghargaan sekecil apapun bentuknya. Jangan sekali-kali untuk menunda janji yang sudah disepakati. Rasulullah saw pernah menegur seorang ibu yang memanggil anaknya ;”nak kemari, nanti ibu beri sesuatu…” rasulullah saw bertanya: “bu…apa yang akan anda berikan kepadanya?” tidak ada yang akan saya berikan sahut seorang ibu. Maka Rasulullah saw membaca ayat : “besarlah murka Allah bagi orang yang mengatakan sesuatu yang tidak dilakukakan”
• ‘Alij. Berilah solusi permasalah anak dengan tenang dan penuh kesabaran dan gunakanlah metode dialog atau musyawarah
• Nammi. Kembangkan dan tumbuhkanlah suka bekerja, menggapai cita-cita yang tinggi dan berusaha untuk meraihnya
• ‘Arrifhu. Kenalkanlah sejarah Islam yang agung dan hunjamkanlah di dalam dadanya kemenangan Islam hanya pertolongan Allah swt disertai kerja keras kaum muslimin
• Arrifhu. Kenalkan akhlaq barra’ (berlepas diri) dari orang kafir dan orang-orang yang telah menghalang-halangi dakwah Islam
• ‘Awwidhu. Biasakanlah sifat qona’ah (menerima yang ada) baik makanan, minuman atau kebutuhan lainya
• Istasyirhu. Ajaklah bermusyawah dan jangan segan-segan melakukan pendapatnya jika membawa kebaikan
• Ta’arraf. Kenalilah kemampuan dan bakatnya dan motivasilah untuk melakukan sesuatu yang disukainya (hal yang baik) jangan menyepelekannya
• Ista’in. minta tolonglah kepada Allah swt untuk melakukan langkah-langkah di dalam mendidik mereka.
• Aktsir. Perbanyaklah doa untuk kebaikan anak-anak, berdoalah seperti doanya nabi Ibrahim as “ ya Allah jadikan aku dan keturunanku termasuk orang yang mendirikan sholat. Dan jadikanlah kami dari para ahli waris surga na’im”
Semoga tulisan ini bermanfaat di dalam usaha memperbaiki generasi masa yang akan datang amin والله أعلم بالصواب
Minggu, 13 Juni 2010
Musuh yang dilupakan
Allah swt dengan jelas dan berulang-ulang mengingatkan manusia di dalam Alquran tentang syetan dan tipu dayanya.
"Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian yang nyata "
Setan tidak berhenti dan tidak akan berhenti, tidak putus asa dan tidak akan putus asa, setan tidak akan diam dan tidak akan diam menggoda dan mengganggu manusia mulai dari mau tidur sampai tidur kembali, semenjak wudhu sampai di penghujung salam dalam sholat tetap mengganggu manusia dan membisikan ke dalam dada manusia, mulai dari bisikan yang berkedok kebaikan sampai terang-terangan dengan visi dan misinya menuntun manusia untuk menjadi pengikut Ibis laknatullah alaih.
Namun sangat mengherankan, Manusia selalu dimusuhi dan berusaha dijerumuskan ke dalam tipu dayanya tidak merasa dimusuhi dan tidak sadar selalu digoda.
bagaimana demikian?
semua manusia menyadari berapa kali di dalam sehari beristi'adzah(memohon perlindungan kepada Allah) dari godaan syetan dan bisikan-bisikannya?
Rasulullah saw mengajarkan kita untuk membaca doa berikut ini setiap kita keluar dari rumah kita sehingga hari-hari kita dilindungi Allah swt dari godaan dan tipu daya setan
ياسم الله آمنت بالله واعتصمت بالله وتوكلت على الله ولاحول ولا قوة إلا بالله
Hati-hatilah dari bisikan setan laknatullah alaih
"Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian yang nyata "
Setan tidak berhenti dan tidak akan berhenti, tidak putus asa dan tidak akan putus asa, setan tidak akan diam dan tidak akan diam menggoda dan mengganggu manusia mulai dari mau tidur sampai tidur kembali, semenjak wudhu sampai di penghujung salam dalam sholat tetap mengganggu manusia dan membisikan ke dalam dada manusia, mulai dari bisikan yang berkedok kebaikan sampai terang-terangan dengan visi dan misinya menuntun manusia untuk menjadi pengikut Ibis laknatullah alaih.
Namun sangat mengherankan, Manusia selalu dimusuhi dan berusaha dijerumuskan ke dalam tipu dayanya tidak merasa dimusuhi dan tidak sadar selalu digoda.
bagaimana demikian?
semua manusia menyadari berapa kali di dalam sehari beristi'adzah(memohon perlindungan kepada Allah) dari godaan syetan dan bisikan-bisikannya?
Rasulullah saw mengajarkan kita untuk membaca doa berikut ini setiap kita keluar dari rumah kita sehingga hari-hari kita dilindungi Allah swt dari godaan dan tipu daya setan
ياسم الله آمنت بالله واعتصمت بالله وتوكلت على الله ولاحول ولا قوة إلا بالله
Hati-hatilah dari bisikan setan laknatullah alaih
Kamis, 03 Juni 2010
Karakter bangsa anak kera " Yahudi"
Allah swt menciptakan manusia dengan berbagai macam karakter mulai dari yang abdan syakuro-hamba yang pandai bersyukur- sampai abadathogut- penyembah syetan - seperti Yahudi.
Karakter kerdil Yahudi adalah penakut,takut dengan keberadaan kaum muslimin, ketakutan mereka terhadap kaum muslimin difirmankan oleh Allah swt di dalam Alqur'an surat Alhasyr(mereka-Yahudi- lebih takut kepada kalian dari pada takut kepada Allah swt karena mereka kaum yang bodoh-.
inilah modal dasar untuk menghancurkan / membinasakan bangsa kera itu. seandainya kaum muslimin mendalami ayat ini dan merealisasikannya dengan kesatuan dan persatuan untuk melawan kaum yang brutal itu pasti tidak lagi membiarkan warga dan kaum muslimin diblokade atau kelaparan karena tidak adanya bantuan yang mereka rasakan
Karakter kerdil Yahudi adalah penakut,takut dengan keberadaan kaum muslimin, ketakutan mereka terhadap kaum muslimin difirmankan oleh Allah swt di dalam Alqur'an surat Alhasyr(mereka-Yahudi- lebih takut kepada kalian dari pada takut kepada Allah swt karena mereka kaum yang bodoh-.
inilah modal dasar untuk menghancurkan / membinasakan bangsa kera itu. seandainya kaum muslimin mendalami ayat ini dan merealisasikannya dengan kesatuan dan persatuan untuk melawan kaum yang brutal itu pasti tidak lagi membiarkan warga dan kaum muslimin diblokade atau kelaparan karena tidak adanya bantuan yang mereka rasakan
Selasa, 20 April 2010
Qolbu bagaikan panglima
Rasulullah saw bersabda :
ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألاوهي القلب
"ingatlah di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika baik daging tersebut maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad, ingatlah ia adalah qolbu"
Para ulama ma'rifat membagi qolbu menjadi tiga macam; sehat(salim), maridh ( sakit) dan mayyit(mati).
1. hati yang salim(sehat) adalah bersemayam di dalam jasad orang yang mentaati Allah swt dan rasul-Nya. mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan karena Allah. Hati yang sehat ini tidak akan rela kemaksiatan meracuninya sehingga tidak henti-hentinya meningkatkan kualitas ibadah serta hal-hal yang menganggkat derajatnya hingga menggapai keimanan yang sempurna.
2. hati yang sakit
Hati yang sakit masih memungkinkan seseorang menyembuhkannya, karena hati yang sakit hati yang bersemayam di dalam jasad seorang muslim yang mengakui keesaan Allah swt namun diliputi kemaksiatan sehingga hatinya berat untuk mengingat Allah swt, bahkan kalau dibiarkan -tidak dibersihkan dengan dzikir dan melaksanakan amal sholeh- akan mengkarat dan menyebabkan hancur dan mati
3. hati yang mati (wal 'iyadu billah)
hati yang sudah tertutup dari hidayah Allah swt bahkan menutup diri dari tersinarinya cahaya ilahi.
Orang yang menentang Allah swt diantaranya kaum Yahudi mereka mengatakan : "hati kami
keras tertutup " mereka (orang kafir)tidak merasakan sakit hatinya ketika melakukan pelanggaran terhadap aturan Allah swt. semoga Allah swt meneguhkan hati kita di atas hidayah iman dan islam sehingga bermanfaat dan berguna di hari yang tidak berguna harta dan anak-anak "يوم لاينفع مال ولابنون إلا من أتى الله بقلب سليم"amin
ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألاوهي القلب
"ingatlah di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika baik daging tersebut maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad, ingatlah ia adalah qolbu"
Para ulama ma'rifat membagi qolbu menjadi tiga macam; sehat(salim), maridh ( sakit) dan mayyit(mati).
1. hati yang salim(sehat) adalah bersemayam di dalam jasad orang yang mentaati Allah swt dan rasul-Nya. mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan karena Allah. Hati yang sehat ini tidak akan rela kemaksiatan meracuninya sehingga tidak henti-hentinya meningkatkan kualitas ibadah serta hal-hal yang menganggkat derajatnya hingga menggapai keimanan yang sempurna.
2. hati yang sakit
Hati yang sakit masih memungkinkan seseorang menyembuhkannya, karena hati yang sakit hati yang bersemayam di dalam jasad seorang muslim yang mengakui keesaan Allah swt namun diliputi kemaksiatan sehingga hatinya berat untuk mengingat Allah swt, bahkan kalau dibiarkan -tidak dibersihkan dengan dzikir dan melaksanakan amal sholeh- akan mengkarat dan menyebabkan hancur dan mati
3. hati yang mati (wal 'iyadu billah)
hati yang sudah tertutup dari hidayah Allah swt bahkan menutup diri dari tersinarinya cahaya ilahi.
Orang yang menentang Allah swt diantaranya kaum Yahudi mereka mengatakan : "hati kami
keras tertutup " mereka (orang kafir)tidak merasakan sakit hatinya ketika melakukan pelanggaran terhadap aturan Allah swt. semoga Allah swt meneguhkan hati kita di atas hidayah iman dan islam sehingga bermanfaat dan berguna di hari yang tidak berguna harta dan anak-anak "يوم لاينفع مال ولابنون إلا من أتى الله بقلب سليم"amin
Langganan:
Postingan (Atom)